MAKASSAR-POTRETSELATAN.COM- Universitas Patompo resmi meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan aksesibel bagi seluruh sivitas akademika.
Peresmian ULD dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama empat organisasi disabilitas, yakni Forum Orang Tua Anak Istimewa (FRASA), DPW PORTADIN Sulawesi Selatan, Phinisi Berkibar, dan Yayasan Sahabat Sindroma Down Indonesia.
Kerja sama tersebut menjadi langkah Universitas Patompo dalam memperkuat kolaborasi dengan organisasi dan komunitas yang memiliki pengalaman serta perhatian terhadap isu disabilitas.
Melalui MoU tersebut, Universitas Patompo bersama para mitra akan mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, antara lain layanan disabilitas, pendampingan, edukasi dan sosialisasi, peningkatan kapasitas, aksesibilitas, serta kegiatan akademik dan sosial.
Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. Muh. Yunus, M.Pd., mengatakan keberadaan ULD diharapkan dapat memastikan lingkungan akademik dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa.
“Universitas Patompo ingin membangun kampus yang terbuka bagi semua. ULD menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang menghargai keberagaman, kesetaraan, dan kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang,”ucap dia.
Sementara ketua ULD Universitas Patompo, Dr. Nur Amaliah Akhmad, M.Pd., mengatakan kolaborasi dengan organisasi dan komunitas disabilitas diperlukan untuk memastikan layanan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.
“ULD tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi dan komunitas disabilitas memberikan perspektif yang sangat penting agar layanan yang dikembangkan benar-benar berorientasi pada kebutuhan dan pengalaman penyandang disabilitas,” jelasnya.
Ia menyebut kerja sama dengan FRASA, DPW PORTADIN Sulawesi Selatan, Phinisi Berkibar, dan Yayasan Sahabat Sindroma Down Indonesia diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program secara berkelanjutan.
Program tersebut mencakup penguatan layanan, peningkatan pemahaman sivitas akademika mengenai disabilitas, pengembangan kapasitas, pendampingan, serta pengembangan lingkungan kampus yang lebih inklusif.
Peresmian ULD dan penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari langkah Universitas Patompo dalam mengembangkan lingkungan pendidikan tinggi yang setara, aksesibel, dan inklusif.** (HW/ZAL)
