SLBN 1 Makassar Siap Berbagi Pengalaman
Kepala SLB Negeri 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kerja sama yang dibangun bersama Universitas Patompo.
Ia menegaskan kesiapan SLBN 1 Makassar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memberikan layanan kepada penyandang disabilitas.
”Insya Allah, kami siap berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan serta kebutuhan teman-teman disabilitas. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang bagi anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Dr. Muhammad Nur.
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan berbagi pengalaman, tetapi juga diharapkan mampu membuka jalur keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Universitas Patompo Buka Akses Pendidikan Tinggi
Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. Muh. Yunus, M.Pd., mengatakan pembentukan ULD merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD), kami berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas. Universitas Patompo siap menerima dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tegas Prof. Dr. Muh. Yunus.
Ia berharap keberadaan ULD nantinya dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan akses, pendampingan, fasilitas, serta kesempatan belajar yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
MoU Jadi Fondasi Kolaborasi
Usai kegiatan benchmarking dan sesi berbagi pengalaman, kedua institusi melanjutkan kegiatan dengan penandatanganan MoU antara Universitas Patompo dan SLB Negeri 1 Makassar.
Kerja sama tersebut menjadi landasan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, pendampingan, hingga penguatan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Bagi Universitas Patompo, kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan ULD tidak sekadar dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar mampu memberikan layanan yang nyata, responsif, aksesibel, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Kolaborasi kedua institusi juga diharapkan dapat membangun jembatan pendidikan dari sekolah khusus menuju perguruan tinggi.Dengan adanya akses tersebut, peserta didik penyandang disabilitas diharapkan memiliki peluang yang semakin besar untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, membangun kemandirian, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan benchmarking dan penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal Universitas Patompo dan SLB Negeri 1 Makassar dalam memperluas akses serta kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.**
