MAKASSAR, POTRETSELATAN.COM— Universitas Patompo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Salah satunya dengan mematangkan persiapan Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama SLB Negeri 1 Makassar, Senin (7/9/2026).

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Patompo untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses pendidikan tinggi yang setara, sekaligus memperoleh layanan dan pendampingan sesuai kebutuhan.

‎Rombongan Universitas Patompo disambut langsung Kepala SLB Negeri 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. Muh. Yunus, M.Pd.

‎Melalui benchmarking tersebut, Universitas Patompo mempelajari berbagai pengalaman dan praktik baik SLB Negeri 1 Makassar dalam memberikan layanan pendidikan, pendampingan, pengembangan keterampilan, hingga pemenuhan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.

‎SLB Negeri 1 Makassar dipilih sebagai mitra benchmarking bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tahun 2026, SLBN 1 Makassar menempati peringkat kedua dalam daftar SLB terbaik di Indonesia berdasarkan jumlah prestasi, dengan catatan 98 prestasi.

‎Capaian tersebut menjadi salah satu indikator pengalaman dan kapasitas SLBN 1 Makassar dalam mengembangkan potensi peserta didik penyandang disabilitas.

Kembangkan 10 Jenis Keterampilan

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Universitas Patompo dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan keterampilan peserta didik.‎‎

Guru SLB Negeri 1 Makassar, Andi Hamjan, S.Pd., M.M., M.Pd., mengatakan pihaknya menyediakan 10 jenis keterampilan sebagai bagian dari proses pembelajaran.‎‎

“Kami menyediakan 10 jenis keterampilan bagi peserta didik. Program ini menjadi salah satu keunggulan kami karena pembelajaran tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan kemandirian anak,” jelas Andi Hamjan.‎‎

Menurutnya, pengembangan keterampilan memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mengenali sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.‎‎Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Universitas Patompo dalam merancang sistem layanan ULD.

Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menyediakan akses akademik, tetapi juga perlu memahami kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas secara menyeluruh.

SLBN 1 Makassar Siap Berbagi Pengalaman

Kepala SLB Negeri 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kerja sama yang dibangun bersama Universitas Patompo.

‎Ia menegaskan kesiapan SLBN 1 Makassar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memberikan layanan kepada penyandang disabilitas.

‎”Insya Allah, kami siap berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan serta kebutuhan teman-teman disabilitas. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang bagi anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Dr. Muhammad Nur.

Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan berbagi pengalaman, tetapi juga diharapkan mampu membuka jalur keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Universitas Patompo Buka Akses Pendidikan Tinggi

Rektor Universitas Patompo, Prof. Dr. Muh. Yunus, M.Pd., mengatakan pembentukan ULD merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

‎‎“Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD), kami berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas. Universitas Patompo siap menerima dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tegas Prof. Dr. Muh. Yunus.‎‎

Ia berharap keberadaan ULD nantinya dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan akses, pendampingan, fasilitas, serta kesempatan belajar yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

MoU Jadi Fondasi Kolaborasi

Usai kegiatan benchmarking dan sesi berbagi pengalaman, kedua institusi melanjutkan kegiatan dengan penandatanganan MoU antara Universitas Patompo dan SLB Negeri 1 Makassar.‎‎

Kerja sama tersebut menjadi landasan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, pendampingan, hingga penguatan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

‎‎Bagi Universitas Patompo, kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan ULD tidak sekadar dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar mampu memberikan layanan yang nyata, responsif, aksesibel, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.‎‎

Kolaborasi kedua institusi juga diharapkan dapat membangun jembatan pendidikan dari sekolah khusus menuju perguruan tinggi.‎‎Dengan adanya akses tersebut, peserta didik penyandang disabilitas diharapkan memiliki peluang yang semakin besar untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, membangun kemandirian, dan berkontribusi di tengah masyarakat.‎‎

Kegiatan benchmarking dan penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal Universitas Patompo dan SLB Negeri 1 Makassar dalam memperluas akses serta kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *