POTRETSELATAN.COM,HUKRIM-Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menyatakan pihaknya mendapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat berada di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng pada Minggu (15/3/2026).
Menurut Sigit, Presiden meminta agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara serius, transparan, dan profesional hingga pelaku berhasil diungkap.
“Terkait perkembangan penyerangan terhadap aktivis, saya mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, proses penyelidikan akan mengedepankan metode Scientific Crime Investigation (SCI) guna memastikan pengungkapan perkara dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.
Saat ini, kata Sigit, kepolisian masih mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Selain itu, Polri juga membuka posko pengaduan guna menampung laporan maupun informasi dari masyarakat yang dapat membantu proses penyelidikan.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa tim penyidik tengah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Kasus ini bermula ketika Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus, diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh.
Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebutkan bahwa berdasarkan informasi awal terdapat dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, identitas para pelaku hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
“Informasi awal ada dua orang yang diduga terlibat, namun hal ini masih terus kami dalami. Saat ini kami juga mengutamakan proses pemulihan korban,” ujar Budi.
Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut.**
(Hw/Mr)

