POLITIK,BULUKUMBA- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulukumba, Ahmad Arfan, S.IP., M.T., memberikan apresiasi kepada Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bulukumba atas komitmennya dalam melaksanakan pendidikan politik bagi kader.
Apresiasi tersebut disampaikan Ahmad Arfan saat menghadiri kegiatan Pendidikan Politik bertema “Penguatan Ideologi dan Solidaritas Kader” yang digelar DPC PKB Bulukumba di Kantor DPC PKB, Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kamis (6/8/2026).
Menurut Ahmad Arfan, PKB Bulukumba menjadi salah satu partai politik dengan predikat terbaik dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan bantuan partai politik di Kabupaten Bulukumba.
Ia mengungkapkan, meskipun menjadi partai yang paling akhir mencairkan dana bantuan partai politik (Banpol), PKB justru menjadi yang pertama menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik pada tahun ini.
”Hebatnya, PKB Bulukumba merupakan partai yang paling terakhir melakukan pencairan dana bantuan partai politik, tetapi menjadi yang pertama melaksanakan kegiatan pendidikan politik,” ujar Ahmad Arfan.
Ia berharap komitmen tersebut dapat terus dipertahankan sehingga PKB mampu menjadi salah satu motor penggerak pendidikan politik dan penguatan demokrasi di Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan pendidikan politik tersebut diikuti jajaran pengurus DPC PKB Bulukumba, Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dari 10 kecamatan, serta para kader PKB. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi antara DPC dan DPAC sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
Amure Kupas Sejarah dan Arah Perjuangan Partai
Anggota Komisi X DPR RI, H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si., atau yang akrab disapa Amure, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengulas sejarah berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa yang lahir di tengah krisis politik dan ekonomi nasional.
Amure menegaskan bahwa perjalanan panjang PKB hingga menjadi salah satu partai besar di Indonesia tidak terlepas dari kuatnya fondasi ideologi yang dibangun sejak awal.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjadikan Mabda Siyasi sebagai pedoman utama dalam menjalankan organisasi dan perjuangan politik partai.
”Sembilan poin dalam narasi Mabda Siyasi itulah yang menjadi dasar sekaligus payung dalam perjalanan perjuangan partai kita,” kata Amure yang juga merupakan salah satu pendiri PKB dan penggagas konsep Mabda Siyasi.
Capaian PKB Bulukumba Tidak Terlepas Dari Dukungan Amure
Sementara itu, Ketua DPC PKB Bulukumba, Fahidin HDK, memaparkan sejumlah capaian partainya selama memimpin kepengurusan di daerah. Salah satunya adalah lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Pesantren sebagai bentuk keberpihakan PKB terhadap dunia pendidikan keagamaan.
”Melalui DPRD, kami telah melahirkan Perda Pesantren. Dengan adanya perda tersebut, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak memberikan perhatian kepada pesantren karena sudah memiliki dasar hukum yang kuat,” ujar Fahidin.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program yang dirasakan masyarakat Bulukumba tidak terlepas dari dukungan Anggota DPR RI Andi Muawiyah Ramly, khususnya melalui aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP).
Menurut Fahidin, pada tahun ini Bulukumba memperoleh sekitar 8.000 kuota PIP dari aspirasi Amure, lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain yang rata-rata hanya menerima sekitar 3.000 hingga 5.000 kuota.
Fahidin pun mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat soliditas partai dalam mengawal perjuangan PKB di tingkat daerah maupun nasional.
”Kita perlu bahu-membahu memperkuat solidaritas kader dalam mendukung perjuangan Amure di DPR RI,” tutupnya.
